Rabu, 21 Mei 2014

seperti cermin

kaya dalam cerita bakuman, atau aihara kotoko dalam itazura na kiss, melihatnya seperti bercermin pada diri sendiri.. terkadang aku nampak konyol, galak, cerewet, berkemauan keras, keras kepala dan sedikit sangar. hhmmm... benar-benar seperti bercermin pada probadi sendiri...

terlebih jika melihatpenampilan mereka yang semrawut dan apa adanya, tanpa mak-up atau apalah... tak tahu fashion, tak tahu modis... hahahaa.... benar-benar mengingatkanku pada pendapat oom yang sangat melukai, bagaimana bisa sejujur itu... aghh......

tapi berpenampilan begini dan apa adanya merasa lebih nyaman, tak ada paksaan dan membuat rasa cuek, bahkan lebih pada 1000 kali lipat. aghhh.... memang betul kata om, mungkin tidak akan ada cowok yang bisa terpaku melihat ku. tapi aku yakin, cukup satu saja yang akan melihatku. tidak hanya dari segi penampilan tentunya... bahkan jikalau dia melihatku dari segi penampilan dia akan tetap mengatakan bahwa aku keren dan memikat... hahahaa....

dengan tendangankarateku, atau dengan tangan kasarku... hahahaa.... memang tak akan ada laki-laki yang terpikat pada gadis yang galak, cerewet, sangar, ceroboh dan keras kepala. tapi pasti ada yang justru melihat dibalik sisi lain ini... hehehee....

wahhh... jadi rindu menjadi masa-masa wanita paling keras kepala  ^__^
baiklaaah... aku benar-benar tidak ingin dan tak peduli lagi dengan komentar mereka semua
biarkan saja guweh tampil begini apa adanya

Met bobok cantik

Kamis, 15 Mei 2014

mungkin sebuah kutukan...

baiklah, akan kujelaskan mengapa ku tak begitu menyukai dengan kata cinta. yah, cinta itu terkadang bisa membuat gila seseorang, melakukan hal-hal liar yang tak dapat dimengerti. dorongan kata cinta terlalu membuat berimajiner dan menggenggam angan begitu kuat. dan cinta bisa membuatmu kuat dan tinggi melompat melebihi garis cakrawala. begitulah.. mengapa aku begitu membenci cinta... kekuatan yang tak pernah dimiliki siapapun...

dan dengan cinta juga, orang bisa menjadi begitu dramatis mengakhiri tujuan hidup dan mimpinya. menganggap semua yang dilakukan adalah sebuah ketulusan cinta, membuang angan-angan dan impian, membuang semua hidupnya hanya karena kekuatan romantika ciinta yang tak pernah dimengerti. begitulah cinta bisa membuatmu hidupmu melambung tinggi dan seketika jua bisa membuatmu terhempas kedasar bumi.

tetapi yang lebih menyedihkan dari cinta adalah seorang laki-laki yang selal dituntut untuk selalu mengatakan cinta pertama kali, padahal dalam sebuah etika baku tidak ada secara tertulis aturan bahwa laki-lakilah yang harus mengatakan cinta terlebih dahuu. memang seperti momok dan keterpurukan bagi seorang pria jika akhirnya dia takhluk dengan kata cinta. namun, meskipun pria terlihat tolo dan bodoh dengan cinta aku memang lebih suka dengan pria yang bisa dengan jujur mengatakan cinta. bukan karena ingin merendahkan dan menyeretnya kedasar jurang cinta... tapi terkadang wanita sangatlah bangga jika mendapatkan pengakuan cinta.

namun aku tidak begitu yakin jika aku lebih suka terhadap pria yang mengatakan cinta, karena menurutku pria yang diam dan bergerak dengan bahasa tubuhnya meski disembunyikanpun akan nampak bahwa dia sedang terjatuh dalam lubang cinta. berpura-pura tidak tahu dengan cintanya dan selalu diam tak mau mengungkapkan membuatku lebih penasaran tentang pria. mereka nampak malu dengan wajah merah dan perilaku bodohnya. begitu lebih membuatku tersenyum dalam mengahadapi pria yang bodoh tentang cinta... dan dingin terhadap hatinya sendiri hanya akan membuatku memikirkan dan mencoba mencari seribu jawaban... penasaran...

jadi,,, janganlah terlalu mengumbar cintamu para pria... bisa jadi wanita ada yang suka dan bisa jadi wanita ada yang membencinya.. hanya saja dalam diam dan bahasa tubuhmu pria itu nampak begitu bodoh bersikap saat merasakan cinta... diam sajalah, dan simpan dalam hatimu... namun tetaplah berjanji jika sekali saja kau menyukainya dan berjanjilah jika akan menatakannya jika kau benar-benar sudah siap mengatakannya, akupun tak tahu kapan itu waktu yang tepat... hanya engkau sendiri yang tahu... dan berjanjilah hanya setia pada hatimu sendiri...

jangan menjadi pecundang yang akan menyesal karena yang kau suka itu telah dipingit orang lain dan engkau hanyalah manusia bodoh yang tak mau mengungkapkan, ini memang begitu abstrak dan takdir jika pria yang harus memulai.. mungkin sebuah kutukan cinta bagi pria.. hahaha.... dan ini akan menjadi kutukan juga bagi wanita karena mereka hanya mampu menunggu dan tak brani mulai mengataknnya...

Rabu, 14 Mei 2014

Hujan Kota Padang

hari dimana kota padang biasanya terik, akhirnya hari ini hujan... aku tak tahu mengapa setiap kali hati dirundung pilu hujan selalu menemaniku. setidaknya jika ku berlari ditengah hujan mereka tidak akan tahu jika air mata ini telah menetes, tapi hujan yang dipersalahkan karena telah membasahi wajahku. maafkan aku hujan, akupun tak bermaksut bersembunyi olehmu. baiklah, aku akan memutar kembali kisah beberapa bulan silam yang selalu menguras malamku, menjadikan diriku tak berdaya, hilang kekuatan akan kehidupan dan menjadi wanita yang lemah tak seperti biasanya...

februari, 2014.
Gundah karena tak mau bersikap, menegaskan diri tanpa pamrih, retorika hukuman jasa dan kehidupan timbal-balik, membuka harapan karena kepercayaan, menyederai sikap yang saharusnya sesuai keimanan. Sebuah kepercayaan dan penghianatan yang luntur dalam sekejap karena faktor yang selalu dicari-cari oleh kebanyakan manusia... entah kepada siapa lagi aku harus memberikan kepercayaan, jikalau kepercayaan itu memiliki cadangan maka akan kuberikan... namun, bagiku kepercayaan itu cukup sekali dan sekali dihianati maka habislah sudah dan tak akan ada lagi kata percaya untuk kedua kali. sikap dimana kehidupan yang harus dihukum karena jasa lampau, membuat risau dalam bertindak.. menyederai kekuatan diri, ini sangat menjijikkan bagi kaum yang memiliki kasta dibawah dan harus mengakui kelemahan pada kasta yang tertinggi. benarkah kasta begitu menghakimi diri yang rendah... bukan hanya mulut yang dapat terbungkam karena kasta, tapi hatipun harus tertunduk oleh kasta. inilah hebatnya sebuah takdir dalam kehidupan, bukan lagi qolbu yang dijadikan tahta dalam kasta.. tapi kasta yang dijadikan tahta dalam qolbu... siapa peduli dengan qolbu, merekapun tak pernah saling tahu, memang yang hanya nampak tak dapat dijadikan landasan kepercayaan

maret, 2014
Penghianatan, jikalau engkau kelak dihianati maka jangan pernah kecewa... karena penghianatan yang kau kecewai itu sesungguhnya karena engkau sebelumnya telah begitu mempercayainya. maka, janganlah kau mempercayai seseorang dengan kepercayaan yang begitu berlebihan...
penolakan, sebuah sistematika yang tak pernah teruraikan... terjadi begitu saja karena kau menganggap akan baik-baik saja setelah memberikan kepercayaan untuk kedua kalinya. maka penolakan besar-besaran akan terjadi dan begitu memupuskan kepercayaan berikutnya setelah engkau dihardik dan ditolak oleh kepercayaan yang kau berikan kali kedua. kali ini maka bukan lagi kepercayaan yang mati, tapi kata maafpun sudah tak lagi berarti. simbol dari hati yang tersakiti, jawaban atas diri sendiri yang selalu goyah dan lemah atas kepercayaan kepada orang lain.
Enyahlah, tipu daya yang terus menghantui... karena kepekaan dan kekekalan yang kau berikan kini tak lagi berguna dan berati...

April, 2014
kesabarn dan maaf memanglah tak ada batas dan tak akan pernah habis bagi mereka yang tetap saja memberikan hatinya dengan lapang, mulai kusadari jika sabar dan maaf memanglah tak begitu sulit untukku... tapi untuk kali ini cukup menghantui dan menderaku begitu kuat goncangan ini.. tapi maaf dan sabar selalu keluar dari hati... namun, semakin aku mengeluarkan sabar dan maaf maka akan semakin bertubi-tubi lagi dan semakin banyak lagi maaf-maaf dan sabar-sabar yang dipinta untuk selanjutnya... dan aku selalu tersenyum dan kadang menangis dan berkata, sungguh aku msaih memiliki banyak sabar dan banyak maaf... meski terkadang sedikit tergiur ingin menghindar dan pergi.. tapi aku yakin..jika sabar dan maaf ku yang tiada batasnya akan selalu dan tetap diuji... bahkan akan lebih dari hari ini, hari diamana benci dan cinta hanyalah beberapa mili..

Mei, 2014
memberi tidaklah harus menerima, mencintai tidaklah harus dicintai... dan aku terus belajar kata-kata ini... mungkin benar jika sebenernya sedari dulu aku sudah terjatuh dalam lubang yang tak semestinya... kata yang paling kubenci dan menjijikkan... tapi ini lah daku... yang sedang terpuruk dalam usia 22 tahun hingga mengorbankan semua yang aku punya hanya karena kata tulus...
tulus karena memberi tak harus menerima
tulus karena mecintai tak harus dicintai
dan tulus jika mencintai tak harus memiliki alasan

Jejakku

Saat kau ragu dengan hidupmu, maka berhentilah bernafas sejenak dan bayangkan akhir dari sebuah kehidupan, masihkan kau ragu ??? lakukan saja apa yang seharusna kau lakukan dalam hidupmu, jangan membuat engkau menyesali apa yang tidak dapat kau lakukan karena telah menjadi sejarah hidupmu.


Saat engakau telah memutuskan untuk melangkah dan mengambil keberanian, maka jangan pernah gentar dan berharap mundur kebelakang. Apakah dengan mundur engkau akan lebih baik..??? lihatlah keberanian yang telah engkau genggam, akankah engakau sia-siakan dan menjadi pecundang karena sebuah rasa “ketakutan”??, pantaskah dirimu merasa takut setelah engakau mengambil langkah dan mengambil keberanian ??? jangan setengah-setengah dalam melakukan hal yang akan kau lakukan. Ini hidup, yag harus kau putuskan jalan ceritanya sendiri, bukan orang lain yang akan memutuskan jalan cerita hidupmu.

Mungkin hari ini aku akan menyesal seumur hidupku, karena aku sering takut dalam melangkah, masih ingatkah denga pepatah “tidak takut kalah, tidak takut salah, tidak takut mati, takut mati jangan hidup. Takut hidup matilah sekalian”. Buakn kau kata itu sudah mencegkram erat dalam nafas dan otakku??? Tapi aku masih tetap saja takut saat melangkah, dan meras bimbang tak tentu arah… 

kenapa…???  Yah, otoritas orang lain begitu menjebak hidupku, saat hidup digantungkan pada orang lain… maka inilah yang akan terjadi, mengalah dan melewatkan prinsip-prinsip diri. Lalu masihkah harus menyandarkan pada otoritas orang lain, jangan biarkan orang lain mengendalikanmu. Sekecil apapun itu… kau bukan mobil kan ? atau mesin yang bisa dinyalakan dan dimatikan. Jangan pernah berharap menjadi orang yang hanya menjadi mesin bagi orang lain.

Hai nak, ini lah hidup yang berliku dan penuh cerita… jika kelak engkau juga harus merasakannya maka jangan pernah berfikir untuk lari dari hidupmu itu, tetaplah hadapi dan tulis apa yag engkau dapatkan. Karena disitu kau akan mendapatkan pelajaran, jika hidup emmanglah tak hanya sekdar untuk hidup. Sudah sejauh mana enkau melangkah, jangan sesali lagi apa yang telah terjadi tapi berfikirlah jika esok kau harus bangun dari mimpi burukmu dan melewati harimu yang sesungguhnya.  Jangan lagi pedulikan jika semalam kau bermimpi buru, setidaknya engkau elah melewati hal yang mungkin terburuk didaam mimpi dank au tidak akan terpuruk jika harus mengalami keterpurukan dalam hidup ini.

Setitik awan dilangit akan menjadi saksi dalam kisah perjalanan mu, saat sendiri jangan takut… lihatlah awan-awan itu… sudah berkali-kali ia diterpa angina dan mentari dalam sendiri, tapi ia tetap saja menaungimu. Tetaplah menjadi  awan… seblum akhirnya kau harus turun menjadi hujan yang membasahi, setelah kau menaungi dari terik dan akhirnya kau menjadi air mata,,,

Liatlah orang disampingmu saat ini, aku tak pernah memintanya untuk berkorban untukku… tapi begitulah sahabat dia akan berbohong untuk melakukan sesuatu untukmu… saat aku tak pernah meminta, sbenarnya diapun akan memeberikannya… begitulah indahyna kata #sahabat

Dibumi belahan manapun kau berlari kau akan tetap menemui semua yang akan kau lalui,  menghindari air mata demi sebuah senyuman akan lebih menegerikan karena kelak air mata itu justru akan berlimpah ruah dari yang seharsnya sekarang engkau lewati. Hadapi hari ini…

Mengaharapkan segera hilangpun tidak benar, karena mereka yang telah hilang sesungguhya telah berjuang sekuat tenaga demi hidupnya yang lebih baik. Lihatlah bintang dan katakana jika kau ingin bersamanya jika memang bumi sudah tak lagi memebrikan tempatnya, tetaplah kokoh berdiri dan jangan berharap kepedihan akan usai jika semuanya akan mati

Aku tak pernah merasakan lelah ??? tentu saja, bahkan sangat sering… lelah dengan semua yang harus kita lalui dalam alunan detik demi detik yang kadang hanya akan membuat tidur tak nyenyak… saat lelah aku hanya menutup mata dan memejamkan isi otak dan hati lalu berkata. Ini semua akan segera berakhir…

Maka tetaplah tersenyum, masih banyak kan orang disekitarmu yang membuatmu tersenyum, melindungi, membagi, menyokongmu… sentuh lah asa mereka dengan jauh lebih kuat, genggam erat tangan mu untuk terus melangkah dan berkatalah aku bisa melaluinya…

Terkadang memang harus keras terhadap diri sendiri, menyakiti dan menolak kenyataan demi sebuah keyakinan yang kuat… tak peduli benar atau salah, menang atau kalah, maka tetap ayunkan langkah… jangan lagi menyalahkan diri karena terlalu bodoh dan bertindak bodoh, semua yang dilakukan sudahlah benar dan semestinya.. yah.. jangan memanjakan diri dengan kata manis dan manja, sekali kali buat hatimu benar-benar membatu, telingamu tak dapat mendengar, matamu tak dapat melihat dan nurani telah mati. Maka disaat itulah keberanian akan muncul dan mengagetkan alam… jahat terhadap dirimu sesekali untuk membuat diri yang lebih kuat dan frontal.. tak mau diinjak dan diredahkan, buatlah dadamu membusung, kepalamu tegak !!!

Bahagia ???


Dalam sebuah cerita roman, banyak yang akan merindukan akhir sebuah kisah bahagia… bahkan sekalipun air mata menjadi kutukan dalam penutupan, maka cerita roman itu kelak akan menjadi sebuah kutukan.. apakah semua jalan hidup harus berakhir dengan bahagia…???
Bukankah sejatinya dalam salah satu langkahpun sudah terselip senyuman kebahagiaan…
Hanya saja kita sering tidak menyadari jika saat itu kita sedang bahagia, bahagia itu akan muncul ketika kepedihan datang dan kita mengutuknya.

Bagiku setiap hari adalah senyumku, bahagiaku.. bahkan meskipun hati yang perih dan bernanah.. itupun aku akan bahagia, cukup dengan menatap langit keatas dan merasakan hembusan angin dan memejamkan mata… sambil berkata "aku bahagia" itu akan membuatku bahagia…
Aku tak pernah menuntut jika hidupku harus bahagia, tersenyum dan tertawa. Aku akan terus menjalaninya dalam sebuah senyuman kebahagiaan, mungkin banyak yang menganggapku terlalu berimajinasi liar sehingga pedihpun aku tetap tersenyum dan mengatakan aku baik-baik saja. 

Kepedihan akan lebih berat jika wajah tertunduk, tapi kepedihan akan menjadi ringan dengan senyuman. 

Jika saja burung-burung diatas awan mengetahui bahwa aku benar-benar ingin terbang bersamanya dan merasakan keindahan seluruh alam mungkin mereka akan menertawakanku, tapi tetap saja… aku akan tetap merasa bahagia saat meliat alam yang indah ini… laut, hujan, awan, langit, gunung, pepohonan.. semuanya adalah keindahan dan kebahagiaaan yang tak pernah dapat tergantikan.
 
Dari semuanya yang ada dibumi, ada satu hal yang akan membuatku bahagia,,, itu lah dia “teman”.  Sudah kukatakan jika bahagia itu tak harus selalu tersenyum, sedihpun juga bahagia… dengan sahabat kau akan merasakan -- bergandengan, berpelukan, air mata, senyuman, kemarahan, berbagi, membenci dan mencintai. 

Seberapa sering kau terlibat didalamnya, seberapa besar kau memasuki ruangnya.. maka kau akan merasakan jika temanmu itu adalah kebahagiaanmu…

Marah, benci, terjatuh, terinjak, berdiri, berlari, berlutut, tersungkur, tersenyum, tertawa, bahagia… rasakan setiap hal itu meski hanya sedetik saja… rasakan dalam isi hatimu dan jauhkan hatimu dari kekosongan.

Mungkin sahabatmu tak dapat membawamu terbang dan membumbung tinggi ke langit, tapi lihatlah ia lebih dekat… kelak saat kalian akan terpisahkan oleh jarak dan waktu maka kau akan menyadari, rindu senyumannya, rindu marahnya, rindu tingkahnya, rindu bentaknya, rindu tangisnya, rindu semua hal yang pernah ia lakukan… dan kemudian kau akan menyadari, jika saabatmu pernah tersenyum lebar bersamamu, lebih dekat meski kau tak memeluknya…

Kau ingat, bahkan dusta sabahatmu akan kau rindukan…  perkataannya yang menyakitkan, menyebalkan dan membuatmu benci juga akan kau ridukan… kelak air matamu akan menangis tertumpah karena memori-memori itu.. memori bahagiamu saat bersama sahabatmu…

Jika kau hanya merawat memori indah dan membuang memori buruk, mungkin itu lebih baik. 

Tapi pada saatya kelak kau bahkan juga akan merindukan memori buruk itu… kau tak percaya ???   kelak kau akan merindukannya, benar-benar merindukannya dalam setiap mimpi dan perjalanan langkah kakikum, saat sendiri ataupun saat kau sudah menemukan sabahat yang lain lagi…

Berputar dan terus berjalan, waktu silih berganti menghiasi harimu. Semua orang yang ada disampingmu juga akan silih berganti, menjadi sebuah memori dan perjalanan hidup. 

Lalu mengapa kau harus mengalah dan mengeluh pada hari ini, ingatlah jika kelak hari ini pun hanya akan menjadi sejarah dalam hidupmu, maka jangan pernah berpikir untuk berhenti. Jika langkahmu behenti, maka cepatlah bergerak dan melangkah… jika sejenak kau terjatuh, maka cepat berdiri dan larilah.. lebih cepat dan lebih kuat… semuanya yang dibelakang hanyalah story dimasa lampau… jangan pedulikan apa yang dibelakangmu… cepat bergerak dan raihlah apa yang akan ada dihadapanmu...

Saat air matamu turun dan membasahi bumi, mungkin orang akan berpikir jika saat itu kau sedang terpuruk dan membutuhkan sentuhan yang mendalam. Tapi sebenarnya disitulah kekuatan terbesarmu, yah.. saat kau menangis lepas disitulah kekuatanmu yang paling besar.. disitu kau akan mengarungi hari yang akan lebih keras lagi, dan disitu kau sedang memperoleh suatu pelajaran jika kelak tak akaln sepedih dan sesakit saat kau menangis. 

Dan yang paing terpenting saat air mata itu keluar, sebenarnya kau sedang bahagia.. karena kau dapat melaluinya.. hal yang paling menyakitkan dan menyedihkan itu.. akhirnya kau lulus melewatinya…
Setelah kau menangis kau pasti tersenyum lega, yah… karena kau telah memikirkan bahwa yang telah kau lalui tadi tak sesakit dan sepahit yang engkau bayangkan… jika saja melepas sebuah kebahagiaan dengan tersenyum  maka itu belum tentu benar, bahagia itu juka air mata.. bukan hanya senyuman

jadi.. apa itu bahagia...??? bahagia itu semua yang kau lewati dan kau rasakan...
dan waktu yang menjawab jika kau sebenernya sedang berbahagia