Rabu, 14 Mei 2014

Hujan Kota Padang

hari dimana kota padang biasanya terik, akhirnya hari ini hujan... aku tak tahu mengapa setiap kali hati dirundung pilu hujan selalu menemaniku. setidaknya jika ku berlari ditengah hujan mereka tidak akan tahu jika air mata ini telah menetes, tapi hujan yang dipersalahkan karena telah membasahi wajahku. maafkan aku hujan, akupun tak bermaksut bersembunyi olehmu. baiklah, aku akan memutar kembali kisah beberapa bulan silam yang selalu menguras malamku, menjadikan diriku tak berdaya, hilang kekuatan akan kehidupan dan menjadi wanita yang lemah tak seperti biasanya...

februari, 2014.
Gundah karena tak mau bersikap, menegaskan diri tanpa pamrih, retorika hukuman jasa dan kehidupan timbal-balik, membuka harapan karena kepercayaan, menyederai sikap yang saharusnya sesuai keimanan. Sebuah kepercayaan dan penghianatan yang luntur dalam sekejap karena faktor yang selalu dicari-cari oleh kebanyakan manusia... entah kepada siapa lagi aku harus memberikan kepercayaan, jikalau kepercayaan itu memiliki cadangan maka akan kuberikan... namun, bagiku kepercayaan itu cukup sekali dan sekali dihianati maka habislah sudah dan tak akan ada lagi kata percaya untuk kedua kali. sikap dimana kehidupan yang harus dihukum karena jasa lampau, membuat risau dalam bertindak.. menyederai kekuatan diri, ini sangat menjijikkan bagi kaum yang memiliki kasta dibawah dan harus mengakui kelemahan pada kasta yang tertinggi. benarkah kasta begitu menghakimi diri yang rendah... bukan hanya mulut yang dapat terbungkam karena kasta, tapi hatipun harus tertunduk oleh kasta. inilah hebatnya sebuah takdir dalam kehidupan, bukan lagi qolbu yang dijadikan tahta dalam kasta.. tapi kasta yang dijadikan tahta dalam qolbu... siapa peduli dengan qolbu, merekapun tak pernah saling tahu, memang yang hanya nampak tak dapat dijadikan landasan kepercayaan

maret, 2014
Penghianatan, jikalau engkau kelak dihianati maka jangan pernah kecewa... karena penghianatan yang kau kecewai itu sesungguhnya karena engkau sebelumnya telah begitu mempercayainya. maka, janganlah kau mempercayai seseorang dengan kepercayaan yang begitu berlebihan...
penolakan, sebuah sistematika yang tak pernah teruraikan... terjadi begitu saja karena kau menganggap akan baik-baik saja setelah memberikan kepercayaan untuk kedua kalinya. maka penolakan besar-besaran akan terjadi dan begitu memupuskan kepercayaan berikutnya setelah engkau dihardik dan ditolak oleh kepercayaan yang kau berikan kali kedua. kali ini maka bukan lagi kepercayaan yang mati, tapi kata maafpun sudah tak lagi berarti. simbol dari hati yang tersakiti, jawaban atas diri sendiri yang selalu goyah dan lemah atas kepercayaan kepada orang lain.
Enyahlah, tipu daya yang terus menghantui... karena kepekaan dan kekekalan yang kau berikan kini tak lagi berguna dan berati...

April, 2014
kesabarn dan maaf memanglah tak ada batas dan tak akan pernah habis bagi mereka yang tetap saja memberikan hatinya dengan lapang, mulai kusadari jika sabar dan maaf memanglah tak begitu sulit untukku... tapi untuk kali ini cukup menghantui dan menderaku begitu kuat goncangan ini.. tapi maaf dan sabar selalu keluar dari hati... namun, semakin aku mengeluarkan sabar dan maaf maka akan semakin bertubi-tubi lagi dan semakin banyak lagi maaf-maaf dan sabar-sabar yang dipinta untuk selanjutnya... dan aku selalu tersenyum dan kadang menangis dan berkata, sungguh aku msaih memiliki banyak sabar dan banyak maaf... meski terkadang sedikit tergiur ingin menghindar dan pergi.. tapi aku yakin..jika sabar dan maaf ku yang tiada batasnya akan selalu dan tetap diuji... bahkan akan lebih dari hari ini, hari diamana benci dan cinta hanyalah beberapa mili..

Mei, 2014
memberi tidaklah harus menerima, mencintai tidaklah harus dicintai... dan aku terus belajar kata-kata ini... mungkin benar jika sebenernya sedari dulu aku sudah terjatuh dalam lubang yang tak semestinya... kata yang paling kubenci dan menjijikkan... tapi ini lah daku... yang sedang terpuruk dalam usia 22 tahun hingga mengorbankan semua yang aku punya hanya karena kata tulus...
tulus karena memberi tak harus menerima
tulus karena mecintai tak harus dicintai
dan tulus jika mencintai tak harus memiliki alasan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar