Rabu, 14 Mei 2014

Jejakku

Saat kau ragu dengan hidupmu, maka berhentilah bernafas sejenak dan bayangkan akhir dari sebuah kehidupan, masihkan kau ragu ??? lakukan saja apa yang seharusna kau lakukan dalam hidupmu, jangan membuat engkau menyesali apa yang tidak dapat kau lakukan karena telah menjadi sejarah hidupmu.


Saat engakau telah memutuskan untuk melangkah dan mengambil keberanian, maka jangan pernah gentar dan berharap mundur kebelakang. Apakah dengan mundur engkau akan lebih baik..??? lihatlah keberanian yang telah engkau genggam, akankah engakau sia-siakan dan menjadi pecundang karena sebuah rasa “ketakutan”??, pantaskah dirimu merasa takut setelah engakau mengambil langkah dan mengambil keberanian ??? jangan setengah-setengah dalam melakukan hal yang akan kau lakukan. Ini hidup, yag harus kau putuskan jalan ceritanya sendiri, bukan orang lain yang akan memutuskan jalan cerita hidupmu.

Mungkin hari ini aku akan menyesal seumur hidupku, karena aku sering takut dalam melangkah, masih ingatkah denga pepatah “tidak takut kalah, tidak takut salah, tidak takut mati, takut mati jangan hidup. Takut hidup matilah sekalian”. Buakn kau kata itu sudah mencegkram erat dalam nafas dan otakku??? Tapi aku masih tetap saja takut saat melangkah, dan meras bimbang tak tentu arah… 

kenapa…???  Yah, otoritas orang lain begitu menjebak hidupku, saat hidup digantungkan pada orang lain… maka inilah yang akan terjadi, mengalah dan melewatkan prinsip-prinsip diri. Lalu masihkah harus menyandarkan pada otoritas orang lain, jangan biarkan orang lain mengendalikanmu. Sekecil apapun itu… kau bukan mobil kan ? atau mesin yang bisa dinyalakan dan dimatikan. Jangan pernah berharap menjadi orang yang hanya menjadi mesin bagi orang lain.

Hai nak, ini lah hidup yang berliku dan penuh cerita… jika kelak engkau juga harus merasakannya maka jangan pernah berfikir untuk lari dari hidupmu itu, tetaplah hadapi dan tulis apa yag engkau dapatkan. Karena disitu kau akan mendapatkan pelajaran, jika hidup emmanglah tak hanya sekdar untuk hidup. Sudah sejauh mana enkau melangkah, jangan sesali lagi apa yang telah terjadi tapi berfikirlah jika esok kau harus bangun dari mimpi burukmu dan melewati harimu yang sesungguhnya.  Jangan lagi pedulikan jika semalam kau bermimpi buru, setidaknya engkau elah melewati hal yang mungkin terburuk didaam mimpi dank au tidak akan terpuruk jika harus mengalami keterpurukan dalam hidup ini.

Setitik awan dilangit akan menjadi saksi dalam kisah perjalanan mu, saat sendiri jangan takut… lihatlah awan-awan itu… sudah berkali-kali ia diterpa angina dan mentari dalam sendiri, tapi ia tetap saja menaungimu. Tetaplah menjadi  awan… seblum akhirnya kau harus turun menjadi hujan yang membasahi, setelah kau menaungi dari terik dan akhirnya kau menjadi air mata,,,

Liatlah orang disampingmu saat ini, aku tak pernah memintanya untuk berkorban untukku… tapi begitulah sahabat dia akan berbohong untuk melakukan sesuatu untukmu… saat aku tak pernah meminta, sbenarnya diapun akan memeberikannya… begitulah indahyna kata #sahabat

Dibumi belahan manapun kau berlari kau akan tetap menemui semua yang akan kau lalui,  menghindari air mata demi sebuah senyuman akan lebih menegerikan karena kelak air mata itu justru akan berlimpah ruah dari yang seharsnya sekarang engkau lewati. Hadapi hari ini…

Mengaharapkan segera hilangpun tidak benar, karena mereka yang telah hilang sesungguhya telah berjuang sekuat tenaga demi hidupnya yang lebih baik. Lihatlah bintang dan katakana jika kau ingin bersamanya jika memang bumi sudah tak lagi memebrikan tempatnya, tetaplah kokoh berdiri dan jangan berharap kepedihan akan usai jika semuanya akan mati

Aku tak pernah merasakan lelah ??? tentu saja, bahkan sangat sering… lelah dengan semua yang harus kita lalui dalam alunan detik demi detik yang kadang hanya akan membuat tidur tak nyenyak… saat lelah aku hanya menutup mata dan memejamkan isi otak dan hati lalu berkata. Ini semua akan segera berakhir…

Maka tetaplah tersenyum, masih banyak kan orang disekitarmu yang membuatmu tersenyum, melindungi, membagi, menyokongmu… sentuh lah asa mereka dengan jauh lebih kuat, genggam erat tangan mu untuk terus melangkah dan berkatalah aku bisa melaluinya…

Terkadang memang harus keras terhadap diri sendiri, menyakiti dan menolak kenyataan demi sebuah keyakinan yang kuat… tak peduli benar atau salah, menang atau kalah, maka tetap ayunkan langkah… jangan lagi menyalahkan diri karena terlalu bodoh dan bertindak bodoh, semua yang dilakukan sudahlah benar dan semestinya.. yah.. jangan memanjakan diri dengan kata manis dan manja, sekali kali buat hatimu benar-benar membatu, telingamu tak dapat mendengar, matamu tak dapat melihat dan nurani telah mati. Maka disaat itulah keberanian akan muncul dan mengagetkan alam… jahat terhadap dirimu sesekali untuk membuat diri yang lebih kuat dan frontal.. tak mau diinjak dan diredahkan, buatlah dadamu membusung, kepalamu tegak !!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar