Saat
engakau telah memutuskan untuk melangkah dan mengambil keberanian, maka jangan
pernah gentar dan berharap mundur kebelakang. Apakah dengan mundur engkau akan
lebih baik..??? lihatlah keberanian yang telah engkau genggam, akankah engakau
sia-siakan dan menjadi pecundang karena sebuah rasa “ketakutan”??, pantaskah
dirimu merasa takut setelah engakau mengambil langkah dan mengambil keberanian
??? jangan setengah-setengah dalam melakukan hal yang akan kau lakukan. Ini
hidup, yag harus kau putuskan jalan ceritanya sendiri, bukan orang lain yang
akan memutuskan jalan cerita hidupmu.
Mungkin
hari ini aku akan menyesal seumur hidupku, karena aku sering takut dalam
melangkah, masih ingatkah denga pepatah “tidak takut kalah, tidak takut salah,
tidak takut mati, takut mati jangan hidup. Takut hidup matilah sekalian”. Buakn
kau kata itu sudah mencegkram erat dalam nafas dan otakku??? Tapi aku masih
tetap saja takut saat melangkah, dan meras bimbang tak tentu arah…
kenapa…??? Yah, otoritas orang lain begitu menjebak
hidupku, saat hidup digantungkan pada orang lain… maka inilah yang akan
terjadi, mengalah dan melewatkan prinsip-prinsip diri. Lalu masihkah harus
menyandarkan pada otoritas orang lain, jangan biarkan orang lain
mengendalikanmu. Sekecil apapun itu… kau bukan mobil kan ? atau mesin yang bisa
dinyalakan dan dimatikan. Jangan pernah berharap menjadi orang yang hanya
menjadi mesin bagi orang lain.
Hai nak,
ini lah hidup yang berliku dan penuh cerita… jika kelak engkau juga harus
merasakannya maka jangan pernah berfikir untuk lari dari hidupmu itu, tetaplah
hadapi dan tulis apa yag engkau dapatkan. Karena disitu kau akan mendapatkan
pelajaran, jika hidup emmanglah tak hanya sekdar untuk hidup. Sudah sejauh mana
enkau melangkah, jangan sesali lagi apa yang telah terjadi tapi berfikirlah
jika esok kau harus bangun dari mimpi burukmu dan melewati harimu yang
sesungguhnya. Jangan lagi pedulikan jika
semalam kau bermimpi buru, setidaknya engkau elah melewati hal yang mungkin
terburuk didaam mimpi dank au tidak akan terpuruk jika harus mengalami
keterpurukan dalam hidup ini.
Setitik
awan dilangit akan menjadi saksi dalam kisah perjalanan mu, saat sendiri jangan
takut… lihatlah awan-awan itu… sudah berkali-kali ia diterpa angina dan mentari
dalam sendiri, tapi ia tetap saja menaungimu. Tetaplah menjadi awan… seblum akhirnya kau harus turun menjadi
hujan yang membasahi, setelah kau menaungi dari terik dan akhirnya kau menjadi
air mata,,,
Liatlah
orang disampingmu saat ini, aku tak pernah memintanya untuk berkorban untukku…
tapi begitulah sahabat dia akan berbohong untuk melakukan sesuatu untukmu… saat
aku tak pernah meminta, sbenarnya diapun akan memeberikannya… begitulah
indahyna kata #sahabat
Dibumi
belahan manapun kau berlari kau akan tetap menemui semua yang akan kau
lalui, menghindari air mata demi sebuah
senyuman akan lebih menegerikan karena kelak air mata itu justru akan berlimpah
ruah dari yang seharsnya sekarang engkau lewati. Hadapi hari ini…
Mengaharapkan
segera hilangpun tidak benar, karena mereka yang telah hilang sesungguhya telah
berjuang sekuat tenaga demi hidupnya yang lebih baik. Lihatlah bintang dan
katakana jika kau ingin bersamanya jika memang bumi sudah tak lagi memebrikan
tempatnya, tetaplah kokoh berdiri dan jangan berharap kepedihan akan usai jika
semuanya akan mati
Aku tak
pernah merasakan lelah ??? tentu saja, bahkan sangat sering… lelah dengan semua
yang harus kita lalui dalam alunan detik demi detik yang kadang hanya akan
membuat tidur tak nyenyak… saat lelah aku hanya menutup mata dan memejamkan isi
otak dan hati lalu berkata. Ini semua akan segera berakhir…
Maka
tetaplah tersenyum, masih banyak kan orang disekitarmu yang membuatmu
tersenyum, melindungi, membagi, menyokongmu… sentuh lah asa mereka dengan jauh
lebih kuat, genggam erat tangan mu untuk terus melangkah dan berkatalah aku
bisa melaluinya…
Terkadang
memang harus keras terhadap diri sendiri, menyakiti dan menolak kenyataan demi
sebuah keyakinan yang kuat… tak peduli benar atau salah, menang atau kalah,
maka tetap ayunkan langkah… jangan lagi menyalahkan diri karena terlalu bodoh
dan bertindak bodoh, semua yang dilakukan sudahlah benar dan semestinya.. yah..
jangan memanjakan diri dengan kata manis dan manja, sekali kali buat hatimu
benar-benar membatu, telingamu tak dapat mendengar, matamu tak dapat melihat
dan nurani telah mati. Maka disaat itulah keberanian akan muncul dan
mengagetkan alam… jahat terhadap dirimu sesekali untuk membuat diri yang lebih
kuat dan frontal.. tak mau diinjak dan diredahkan, buatlah dadamu membusung,
kepalamu tegak !!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar